Thursday, 15 August 2013

Try and Try Again


Siang tadi, saat menemani si kecil menonton Barney di televisi, ada sebuah lagu yang simple dan meaningful. Tergelitik untuk googling lirik lengkapnya, ketemu, dan terharu bacanya.

"Try and Try Again"
If you can't do it the first time,
Try and try again.

If you can't do it the second time,
Don't give up, my friend.
'Cause you're gonna do it sometime.
And you will be so happy then.
So try and try, try and try again.

See the pretty birdie
Way up in the sky.
When he was just a little bird,
He didn't know how to fly.
He watched his mommy flap her wings
And soar so high.
She told him,
"You can do it if you try."

If you can't do it the first time,
Try and try again.
If you can't do it the second time,
Don't give up, my friend.
'Cause you're gonna do it sometime.
And you will be so happy then.
So try and try, try and try again.

So try and try, try and try again.

------------------------------------------------

Jangan pernah berhenti mencoba, kawan... 
Dengan mencoba, kita selangkah lebih dekat ke tujuan.
Teruslah berusaha, jangan menyerah.

Yakinlah. Kita pasti sampai.

Thursday, 2 May 2013

After 4 months, here I am now...


"Mba, mba... aku pengen deh join Oriflame, tapi bisa gawe dari rumah ngga? Karena aku IRT.
Pengen join karena mau punya penghasilan tambahan 1-2 juta sebulan, syukur-syukur bisa lebih."
tanyaku antusias.

---------------------

Percakapan awal dengan upline, mentor, role modelku, Yulia Riani, 4 bulan lalu.


Flashback sedikit yaa... :)
Sebelumnya saya karyawan kantoran, dengan gaji lumayan dan lokasi kantor cuma selemparan batu dari rumah. Hehehe. Lebih dari 5 tahun mengubek-ngubek desain dan atmosfir kekeluargaan yang sangat kental di kantor, cukup membuat saya merasa di zona nyaman (dan aman).
Setelah menikah, saya pindah ke apartemen mungil bersama suami dan kemudian kami dikaruniai seorang putra tercinta (cup cup muach Oliver & Papa), saya pun memutuskan resign dan menjadi Full-time Mommy. Suatu keputusan yang tidak pernah saya sesalkan.

Setelah resign lalu terpikir untuk memulai usaha online. Ada 2 online shop yang saya jalankan sambil momong si kecil: baju dan handmade baby shoes & headband. Omzetnya lumayan, tapi ngga jarang saya harus bergadang demi menyelesaikan orderan. Saya berpikir bagaimana bisa saya mengandalkan pendapatan dari sini? Bila ingin menaikkan profit, tentu waktu saya akan semakin tersita untuk mengerjakan orderan. Bisa-bisa saya melewatkan waktu berharga bersama si kecil.
Namun saya ingin tetap produktif meski suami menafkahi.

Hingga pada suatu titik dimana saya merasa kurang bermanfaat, hidup saya kok begini-begini aja ya? Saya mempertanyakan tujuan hidup saya. Bukannya tidak bersyukur, tapi sebaliknya. Saya sangat bersyukur, memiliki suami yang pengertian dan anak yang manis. Justru saya ingin berbuat lebih untuk mereka, untuk orang tua, mertua, dan adik-adikku. 
Intinya saya ingin LEBIH berguna, hidup saya harus bermakna untuk orang banyak.


Memang sudah digariskan ya, akhirnya dipertemukan lagi dengan mba Yulia lewat bisnis ini.
Beberapa tahun sebelumnya aku jadi silent reader di blog beliau, lalu kemudian menikmati cupcakes cantiknya saat hari pernikahanku :)
Dan sekarang kami menjadi rekan, upline-downline.

-------------------------

Dan disinilah saya sekarang. Menapakkan kaki di tangga SM, gaji 5 juta sekian. Penghasilan yang belum berani saya bayangkan ketika awal bergabung (pelajaran ya Jul, set target dan mimpi yang tinggi. Ngga usa tanggung-tanggung, wong gratis ini *selfplak).

Di dBCN saya bisa menjadi manfaat.
Saya bisa sukses dengan menyukseskan orang lain.
Saya bisa membahagiakan orang-orang tercinta dengan menjemput percepatan rezeki disini.
Saya bisa membukakan pintu rezeki bagi orang lain.
Ga cuma materi yang saya dapat disini. Saya dapat lebih.
Bertemu dan berproses dengan teman-teman seperjuangan.
Saling berbagi cerita dan impian.
Saling menguatkan dan mengingatkan.

Terima kasih anak-anakku, Fiky, Monic, Hilda, acucitku semua dari jaringan Fiky-Hilda-Monic, tanpa kerjasama kalian, mustahil aku di tangga SM sekarang. Beneran! Terima kasih sudah menjadi bagian di jaringanku, bangga sangat dengan kalian, my Diamond babies :)
Disini bukan masalah cepet-cepetan naik level, pasti akan tiba gilirannya masing-masing tergantung usaha dan ketekunannya, bersiap ya.

Terima kasih uplineku, Maki yang telah membukakan jalan disini. Tanpa bimbingan darimu, mungkin saya masih jadi IRT yang hidupnya hanya mengalir seperti air, yang ga punya tujuan jelas akan masa depan. 


Sunday, 17 March 2013

Segudang Alasan...


STOP pake dalih sibuk ya..
Sesibuk-sibuknya kita, kalau emang SERIUS disini, pasti mau sediakan waktu meski sedikit (tapii konsisten) untuk menekuni bisnis ini. Iya kann?

Belajar MANAJEMEN WAKTU, atur skala prioritas.
Mau mengubah hidupmu?? Ubah juga kebiasaanmu.

Mau sukses? Jangan cuma wacana aja yaaa...
Berhenti berkata sibuk, ga ada waktu. Ingat lagi alasannya mengapa gabung disini? Motivasinya apa?
Yuk teman-teman, selalu diskusi dengan member barunya yang baru gabung. Tanyakan apa sih yang bikin mereka memutuskan gabung disini? Biar kita ngga meraba-raba maksud dan tujuan mereka, sekaligus bisa identifikasi mana yang coreteam, mana yang sekedar coba-coba. 

Jujur, lama kelamaan saya jadi kebal mendengar alasan sibuk :)
Sama aja seperti orang-orang yang mengeluhkan "duh Jakarta macet yaaa!".
Kondisi sibuk, macet, itu uda dari sananya. Kitanya yang beradaptasi.
Lebih gampang mana? 
1. Menyulap Jakarta yang super macet jadi Jakarta yang ngga pernah macet, jalanan muluss lancarrr, mobil cuma segelintir yang lewat, angkot-kopaja taat aturan, ga ngetem sembarangan (maunya yaaa. hehe).
2. Atauuu ubah mindset dan kebiasaan kita, hadapi kondisi tsb! Misalnya dengan berangkat lebih awal-kah? Atau tekuni bisnis manfaat ini dengan serius, biar ga perlu macet-macetan lagi! :)

Kamu sibuk kerja? 
Fokuslah di bisnis ini saat sudah tidak pada jam kerja.  

Pulang kerja uda capeee? 
Yaudah tidur cepeetan sana. Tapi mau bangun lebih pagian ga untuk belajar dan berproses?
Mau sukses harus ada proses, ada pengorbanan, ga bisa instan boo.

Sibuk urus anak dan RT?
Atur waktulah, manfaatkan waktu sebaik-baiknya. Misalnya saat anak tidur..

Ooohh kalo anakku tidur itu waktunya aku bersih-bersih rumah, dst
"............"


Kamu kreatif ya. Kreatif mencari alasan. Hehehe

Ga bisa bagi waktu, ga ngerti cara order, uplineku cuek jadi aku belum diajarin apa-apa, aku gaptek, ga pede jualan / rekrut, takut dijauhin temen-temen, aku ga bisa online terus, sibuk gawe dari pagi sampe malaaam, ga bisa promosi di FB, ga bakat nulis status, ga sempet baca etraining, belum baca ebook & belum tonton video karena internet lemottt, bla bla bla bla.
Gampaaang banget ya mencari alasan ;)

Yuk STOP membuat dalih ini itu.
Mau berhasil disini ga ada tips dan triknya. Cuma belajar-action-gagal coba terus-no excuses-berdoa. Simple ya, tapi memang ga mudah jalaninnya. 
Isi formulir pendaftaran + menyerahkan KTP, itu komitmen awal untuk menjadi bagian dalam bisnis ini.
Selanjutnya adalah komitmen untuk kosongin gelas, belajar segudang ilmu baru, segera berproses dari nol. Stop beralasan lagi. Jangan minder karena kamu baru mulai. Langkah ke-1000 ga akan terlampaui tanpa langkah 1,2,3...

Siap memulai langkah menuju sukses? 
*SIAPPP GRAAKK!!!

Wednesday, 20 February 2013

Untuk yang TAKUT memulai...


Duh mba aku ga bakat jualan…
Aku ga bisa ngeprospek orang…
Aku ga ada waktu, uda sibuk di kantor, sibuk urus anak…
Aku gaptek…
Aku ga bisa ngomong…
Aku tinggalnya jauhhh mba, di pedalaman...
Pendidikanku ga tinggi mba, apa bisa?

Tapiiii…
Mau penghasilan sampe puluhan juta?
Mau mobil CRV gratis??
Mau ajak suami, anak, atau ortu jalan-jalan ke luar negri setiap tahunnya ga?
Mau bebas finansial?
Mau membahagiakan orang-orang tersayang?

Kalo jawabannya MAU, sip!
Asal niat uda ada, itu cukup untuk permulaan.
Selanjutnya USAHA dan DOA. Kesampingkan semua alasan-alasan, cari jalan keluarnya. Kita adalah manusia berakal budi, sudah dikaruniai otak yang begitu cerdasnya, jadi tentu bisa mencari cara untuk memperbaiki kekurangan dan fokus pada kelebihan :)

Iya saya tertarik mba, tapi bisa ngga yah menjalankan bisnis ini? Belum yakin…
Uda deh STOP ragu-ragunya.
Gimana caranya stop? Yah berhenti, jangan dilanjutkan.

STOP meremehkan diri sendiri.
STOP mengkerdilkan diri sendiri.
FOKUS pada kelebihan kita, SIASATI kelemahan kita.
Ayooo jangan minder lagi, jangan takut lagi yaa. Tuhan sudah menciptakan kita dengan keindahannya masing-masing, berhenti meragukan diri sendiri. Yakinkan diri sendiri, pasti bisa. Mending waktunya digunakan untuk segera belajar dan action, daripada kebanyakan mikir dan takut ini-itu yang sebenarnya belum tentu terjadi juga.

Kalo kitanya terus pesimis dan mengkerdilkan diri sendiri, artinya sama saja kita tidak menghargai ciptaan Tuhan yang INDAH ini lhooo.



Buat yang sudah siap memulai dan ACTION, yuk mari bersama kita jemput impian :)