Showing posts with label Truth about MLM. Show all posts
Showing posts with label Truth about MLM. Show all posts

Monday, 10 March 2014

TUPO bikin bangkrut?

"Mbak, aku enggak TUPO ya. Bangkrut nih beli-beli melulu." 
"Ya aku kan enggak butuh bedak tiap bulan mbak. Masa beli bedak melulu. Beli lipstik lagi. Beli eyeliner. Kalau gini terus ya tekor, dong."


Ok, sebelum menjawab.. tarik nafas:)
Dan inilah jawaban apa iya TUPO Oriflame bikin bangkrut?

Apa itu TUPO?
Tupo = Tutup Poin.
Di Oriflame ada syarat tutup poin minimal 100 BP per bulannya, setara 600 ribuan / bulan.


Haruskah TUPO?
Hmm.. kalo saya jawabnya balik tanya lagi, "tujuan kamu gabung disini ini untuk apa?"
1. Dapat berhemat melalu diskon atau harga member?
2. Sekedar dapet keuntungan langsung dari penjualan barangnya?
3. Atau mau menjalankan bisnisnya seperti saya dan teman-teman coreteam? Alias mau ngejar success plan supaya dapat penghasilan jutaan per bulan untuk (misalnya) cicil rumah, ajak ortu umroh / liburan keluar negri, sekolahin anak di sekolah terbaik, dst?

Nah, kalo jawabannya No 1 atau 2 sih itu ga perlu Tupo tiap bulan, seperlunya aja ga apa-apa.
TAPI nih ya, kalo jawabannya No 3, Tupo itu tuh sifatnya harus, wajib, kudu, mesti.
Pebisnis Oriflame harus TUPO.
Karena:
1. Tutup poin adalah bagian dari Job Desc nya kita. Sama seperti karyawan yang digaji atas performanya. Kalau mengerjakan tugas, ya digaji. Semakin baik, ada bonus.
2. Tutup poin adalah bagian dari ikhtiar kita dalam menjalankan bisnis ini, dan
3. Tentu saja tutup poin adalah bagian dari modal yang kita putar agar bisnis ini bisa jalan dan berkembang.
Jadi ini tuh menandakan kalo bisnis Oriflame itu bisnis yang sehat, mana ada bisnis tanpa modal? Jadi ini bukan bisnis "money game".


Bisa gak kita dapet bonus gede tanpa harus belanja?

Jawabnya simple banget :
Yaaaahhhh….. Sebenernya jawaban ada pada diri sendiri.
Kira-kira pantas enggak sih kita dapet bonus tanpa ngapa2 in?
Hehehe….nggak malu hati minta hak tanpa ngasih kewajiban?

Berhubung Oriflame merupakan perusahaan ritel, ya. Jualan produk, bukan jualan jasa, ya otomatis terjadi perputaran produk dan uang. Kita sebagai konsultan Oriflame yang berfungsi juga sebagai 'penjual' produk Oriflame bakal dikasi komisi kalau menghasilkan penjualan. Makanya, TUPO menjadi salah satu tugas pebisnis Oriflame.

Di Oriflame, job desc seorang pebisnis / coreteam itu cuma 3 kok:

  1. TUPO min 100 BP, 600 ribu per bulan 
  2. Merekrut
  3. Membina jaringan, mengajari dan mendampingi downline untuk melakukan 1-3 tentu saja sesuai niat si downline ya. Apakah mau jadi end user, seller atau pebisnis. 


Tapi kok ada MLM lain yang enggak usah TUPO tapi bonus tetep dapet?

Husss... jangan omongin yang lain deh :) 
Gini, kalau pikiran itu ada dalam kepala kita, coba posisikan kita sebagai pihak Oriflame. 

Misalnya nih ya kita jualan sepatu dan baju via FB.
Trus, ada tuh yang berminat jadi reseller dengan komisi.
Nah, kalau reseller ini enggak bisa menjual produk kita, apakah kita mau kasih dia bonus? MBB (Makan Bonus Buta) dong namanya :(

Lagipula nih ya..
Sistem perhitungan bonus di Oriflame ini adil banget. 

Misalnya ya.. si A join duluan. Trus dia ajak B dan C ikutan Oriflame sebagai downlinenya. Dalam prosesnya si A males jalanin. Tapi B dan C kerja keras. Si A enggak ngapa-ngapain, bahkan enggak TUPO, masa dia dapat bonus? Enggak dong.. 

Jadi, kalau buat saya pribadi, pesan pentingnya ialah: TUPO itu bagian dari sistem perhitungan bonus yang adil. 

Kalau kita ajarin downline, trus downlinenya aktif, kita pasti dapat bonus juga dong? Kenapa harus TUPO?
Oriflame tuh MLM loh, bukan piramida. Jadi ya enggak bisa bersandar pada downline yang aktif trus kita enak-enakan. Kerjain juga job desc kita. Ini loh adilnya Oriflame. Kalau ga kerja, ya ga dapet. 

Trus gimana dong biar TUPO enggak bikin aku rugi?
Loh... emang Mbak beli produk Oriflame trus dibuang? Kalau itu ya rugi. Hehehe...
Makanya kalau beli produk Oriflame buat TUPO tuh dipakai Mbak.. atau jualan aja biar sekalian dapat untung. Enggak rugi kan? :p


www.jemputimpian.com

Tuesday, 24 September 2013

Harmonisasi Bisnis dan Rumah Tangga

* hihi pinjem status Mr. Kontroversi lagi deh

9 bulan saya menjalankan bisnis Oriflame dari rumah. Menjalankan peran sebagai full time mommy, sekaligus menjadi pejuang impian di Oriflame bersama teman-teman hebatku.

Saat ini saya sudah mencapai level Director, setelah 6 bulan berturut-turut lolos qual SM (Senior Manager), Puji Tuhan... Thanks to semua timku, coreteamku di rumah (papa + Oliver), uplineku sekaligus mentorku Yulia Riani, dan semuaaa rekan-rekan yang sudah menjadi bagian dalam perjalananku.

Analoginya nih yaa kalo 9 bulan ibu mengandung, sudah waktunya untuk brojolan ya, siap melahirkan jiwa raga baru ke dunia :)

Nah kalo pengalaman saya, 9 bulan di Oriflame itu seperti membentuk pribadi baru, menjadi sosok yang lebih baik lagi. Lho kok bisa? Ini beberapa contohnya (kalo dibeberkan semua bisa jadi kitab. Hihihi)

1. Universitas Kehidupan
Seperti kata upline saya, eyang Diamond Yulia Riani, di bisnis Oriflame via d'BCN ibarat kuliah lagi di UnHip (Universitas Kehidupan). Belajar menyikapi persoalan, belajar sabar, fokus pada solusi, lebih bijak dan berkepala dingin dlm menghadapi segala sesuatu. Ibarat mengasah EQ kita. Soal akademis atau operasional mah bisa dipelajari dan diajari oleh siapa saja. Tapi soal EQ? Tidak mudah. Hanya bisa dipelajari lewat experience pribadi, bukan semata teori. Membuka diri terhadap masukan dan kritikan, beradaptasi dengan perubahan. Itu saya alami disini.

2. Anak vs Donlen
Katanya hidup berubah total setelah memiliki anak.
Memang betul adanya! Fokus untuk kebutuhan anak, melakukan segala sesuatu tujuannya untuk anak :)
Waktu untuk diri sendiri berkurang jauh, demikian halnya dengan ego pribadi. Tuhan telah menitipkan tanggung jawab yang luar biasa, Dia mempercayakan pada kita sebagai orang tua untuk mengemban tugas sebaik mungkin.
Lha terus apa hubungannya anak dengan upline-downline di bisnis?
Kalo ditelusuri, ngga jauh berbeda kok.
Downline = amanah
Amanah = tanggung jawab

Saya dan teman-teman di Oriflame yang sudah mengemban tanggung jawab sebagai seorang "upline", memiliki tugas spesial untuk membimbing seorang downline agar kelak mandiri, pintar, dan bisa menjadi penerus kita. Itu sudah kewajiban yang tidak bisa ditawar lagi.
Berani berbuat (menjadi upline), harus berani bertangung jawab yaa :)

3. Berani berubah
Saya ambil contoh lewat membeli ikan dari pasar ya.
*hihihi perumpamaannya ala ibu-ibu banget ya, maklum kruntelannya tiap hari itu ;)

Dulu saya jijik banget kalo membersihkan isi perut ikan setelah dibeli dari pasar. Mulai dari dikorek-korek pake sumpit (mana bersih ya?) sampai minta tolong suami yang bersihin (itu juga kurang maksimal bersihinnya. Wkwkwk).

Setelah anak mulai bisa makan makanan padat termasuk ikan, saya berkomitmen untuk bisa membersihkan ikan sendiri. Buang rasa jijik jauh-jauh. Demi anak!
Ngga berani berubah = anak saya ngga makan ikan

Akhirnya sekarang sudah biasa tuh, ngga ada rasa jijik lagi. Yeayyy! :)

Demikian di bisnis ini. Harus berani berubah, berani keluar dari zona nyaman demi masa depan yang lebih nyaman lagi. Berani mengevaluasi kekurangan diri, dan bukan menyalahkan faktor luar akan sesuatu yang terjadi pada kita. Biasakan untuk tidak mencari pembenaran dan alasan.

Memperbaiki sikap = memperbaiki nasib

Sampai detik ini saya masih terus belajar.
Masih banyak yang harus diperbaiki agar menjadi lebih baik lagi.
Amazed dengan dampak Oriflame via d'BCN dalam hidup saya. Awalnya niat mendapat pemasukan tambahan, ternyata saya dapat lebih.
Saya bisa mengenal beragam pribadi-pribadi hebat, calon-calon leader di tim saya.
Saya ibarat memiliki motivator 24 jam, 7 hari seminggu, non stop.

Dan yang terpenting, menjadi lebih positif, lebih semangat, dan lebih MANFAAT.

Salam binar-binar dari saya
untuk semua teman-teman penjemput impian

Selamat menjemput rezekinya masing-masing yaaa :)


 

Regards,
 

Juliany
Director an Oriflame via d'BCN
Hp 0818 6622 03

Pin 28C2E5F2
www.julianylie.blogspot.com

Malu tapi (mungkin) Mau

Buat yang penasaran
Tapi masih ragu

Buat yang ingin tahuuuu
Tapi masih malu-malu :)

Kupas tuntas keingintahuanmu, jangan tunda lagi.
Kalo sreg, monggo kami sambuttt
Kalo kurang cocok juga ngga ada paksaan

Buka diri terhadap peluang baru, wawasan baru, nothing to lose.
Siapa tahu, malah nantinya jatuh cinta dan jadi pejuang impian. Seperti saya! :)

Kalo berminat ikutan, hubungi saya di 0818 6622 03 / pin 28C2E5F2

Sampai jumpa!


Sunday, 18 August 2013

Oriflame Success Plan!



Success Plan adalah step by step dari Perusahaan Oriflame tentang berapa penghasilan yang bisa Anda dapatkan setiap bulannya dengan bergabung sebagai anggota dan menjalankan sistem.
Link dibawah ini dapat Anda download (dalam bentuk Power Point Show)


Dalam presentasi ini kami menjelaskan juga bagaimana cara mencapai step by step tersebut…
dan mudah-mudahan akan memberikan gambaran yang lebih jelas bagi anda nantinya untuk memutuskan menjalankan Oriflame bila bergabung bersama d’BC Network :)
Selamat menonton dan mendengarkan! :)

Oriflame. Bisnis yang Dapat Diwariskan.



Sewaktu Diamond Conference 2013, saya berkesempatan foto bersama dengan Mert seorang Gold Executive yang berasal dari Turki. Sebenarnya sudah sejak menghadiri Gold conference di Stockholm saya terpesona dengan testimoni Mert dan adiknya tentang posisi mereka yang menerima warisan bisnis Oriflame dari kedua orang tuanya.
Mustafa Mert dan Ayse Elsin memang tidak memberikan sharing waktu master class (di India) kemarin. Tapi kesempatan berfoto dengannya membuat saya membuka kembali catatan sepulang dari Stokholm dulu. Mengingatkan saya kembali betapa merindingnya dan betapa besarnya harapan saya juga untuk mewarisi yang paling baik untuk kedua putri saya, Adiva dan Aliyah.
Keputusan untuk bergabung di Oriflame sejak 2009 yang lalu begitu berarti untuk saya pribadi. Saya bertumbuh, leadership saya pun berkembang, saya eksis dan insya Allah bisa menyebarkan manfaat untuk sekeliling, saya travel lebih sering, saya menjadi lebih yakin akan masa depan keluarga saya dan saya merasa kehidupan kami menjadi lebih baik dari hari ke hari.

Ayo kita berjanji, teman-teman juga akan meninggalkan yang terbaik untuk anak-anak dan keluarga…

Nah, ibundanya Mustafa Mert dan Ayse Elsin memulai bisnis Oriflame di tahun 1992.
Dan pada tahun 2009 kedua anaknya yang bernama Elsin dan Mert memutuskan untuk mengambil alih bisnis orangtuanya dengan tujuan membawa bisnis itu ke level yang lebih tinggi lagi.
Kedua kakak beradik ini memberikan testimoni lengkap di Global Gold Conference Stockolm 2012. Saya mendengarkan langsung dan tidak bisa lupa akan cerita mereka berdua. Kenapa? Karena menurut saya pribadi kedua anak ini sungguh beruntung mewarisi kerja keras orang tuanya dan mereka sungguh-sungguh komit dengan janji mereka membawa bisnis ortu supaya lebih berkembang lagi.
Kalau tidak salah, ketika bisnis ini diwariskan ke kedua anaknya, level ibunda masih di Diamond atau Double Diamond dan sekarang ditangan kedua anaknya mereka berhasil mencapai level gold executive director. Itu artinya ada pertumbuhan yang significant selama 3-4 tahun bisnis ini mereka lakukan.
Meskipun si Mert ini sedang kuliah S3 di bidang International Economics dan Elsin seorang lulusan S2 Social Antropology tetap saja orang tuanya bertanya kepada mereka sebelum mewariskan bisnis ini. Orang tuanya nanya, “Are you sure? Oriflame is a serious business and it requires commitment. Can you do it?” Dan mereka menjawab dengan sangat mantap “Yes, we can do it!”
Resmilah sejak 2009, mereka menggunakan nama mereka sendiri untuk melanjutkan bisnis orang tuanya.
Trus, gimana dengan kita-kita yang disini?
Rela berjuang dan mewarisi yang terbaik untuk pewaris kita gak?
Kalau rela dan siap, lakukan!! Just do it and stop finding excuses.
Mau nonton video testimoninya Mert ketika gold Conference 2012 di Stockholm, Swedia.?
Oriflame memang benar-benar sebuah bisnis yang bisa diwariskan.
Salam,
Doris Nasution – Senior Diamond Director
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
JIKA ANDA BERGABUNG BERSAMA KAMI DI d’BC NETWORK
ANDA AKAN MENDAPATKAN LEBIH BANYAK CERITA SERU & MENARIK
DARI SETIAP LIPUTAN, SHARING, DAN MOTIVASI
DARI PARA LEADERS d’BC NETWORK ;-)
Klik “Daftar Disini” untuk bergabung!
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*

Hanya "Pelaku MLM" atau "Business Owner"?


“Mbak, pelaku MLM itu, bukan business owner loh! Pelaku tuh ya pelaku aja! SALES! Yang kaya ya yang punya perusahaan MLM itu, bukan kamu! Mau-maunyaaa….”
Demikian komentar salah satu pengamat bisnis yang saya tekuni 1.5 tahun ini, bisnis Oriflame via d’BC Network.
Saya sih tenang saja :)
Dasteran dengan income per bulan kira-kira bisa buat beli motor 2 biji, ditransfer ke rekening emak-emak kayak saya ini, masih bisa cium-cium gendong-gendong anak bayi saya, bisa nemenin bobok siangnya, bisa nyuapin makannya, buah saya menjadi SALES itu seperti beliau bilang :D
Gak masalah dibilang sales, saya bangga kok jadi sales, saya juga sambil jualan kue alias sales kue, wkwkwkw :)
Emang kenapa? :D Sales juga profesi halal dan tidak melanggar hukum.
Sebagian besar team saya ibu-ibu rumah tangga loh pak, lumayan kaan dari rumah, dapet sejuta dua juta, 5 juta, 9 juta, dan seterusnya sesuai dengan kerjanya. Musim harga-harga naik begini, bisa berkontribusi bantu-bantu keuangan keluarga. Iyaa kaaan? Gak bisa jadi anggota DPR untuk protes BBM naik, inilah yang bisa kami lakukan dari rumah :)
Tapi boleh lah ya kita berbagi, apa yang membuat saya melirik bisnis ini dan kemudian fokus dan serius mengerjakannya.
Kalau dibilang ngenakin upline aja, sudah saya buktiin, gak masalah kapan bergabungnya, kalau mau kebut, bisa banget cepet berhasilnya, gak tergantung apa level uplinenya, kita bisa memiliki level yang lebih tinggi.
Kalau dibilang hanya menguntungkan yang punya perusahaan MLM dan kita hanya sales, bukan business owner? 
Menurut sudut pandang saya yang orang dasteran alias ibu rumah tangga biasa (saya belum pinter analisa dengan hukum ekonomi atau perbisnisan yang lebih rumit hehehe), ketika saya akan menekuni sesuatu pasti saya punya tujuan:
- Segi waktunya bagaimana? Saya punya anak-anak kecil di rumah, saya gak punya mbak yang menginap.
- Segi pertumbuhan hasilnya bagaimana? 
- Adakah orang yang sudah nyata-nyata berhasil di bidang itu?
Kalau sudah 3 hal itu saya sreg, ya saya BUDHAL, alias berangkat, jalan!
Pinter ngomong, pinter presentasi, pinter dandan (karna perusahaannya produksi kosmetik dan body care) itu bisa dipelajarin sambil jalan. Cara tupo, merekrut dan membina gimana? Iya sambil jalan bisa dipelajari, don’t worry.
Saya juga bakul kue, home industry kue dari rumah, jadi ya tau, bagaimana memproduksi produk dari 0 sampai produk jadi, sehingga bisa sampai ke konsumen. Saya mengalami dua-duanya, antara memproduksi sendiri dan tidak :)
Nah sepertinya, masih ada saja yang menganggap bahwa “kalau kamu tidak memproduksi sendiri barang yang kamu jual, kamu BUKAN BUSINESS OWNER”, seperti statement di awal tadi.
Padahal nihh, kalo lagi belanja bulanan ke G*ant, siapa bo yang bikin itu barang belanjaaan berjejer-jejer rapih di rak2 yang tersedia? Pemilik G*ant kaah? BUKAN.
Ke pasar dehhh, mau beli ikan. Itu ikaaan yang nangkep yang jualan kaahh? BUKAN.
Beli bawaaang, “bang bang, abang nanem sendiri ini bawang?”, “Engga neng”, kalo gitu abang bukan business owner bang! Abang tuh cuma SALES bawang tau gak bang!”wkwkwkwkw diusirrrr ama abangnya :D
Ya kalo segala-gala yang kita jual mesti kita yang memproduksi, ya capek :) Kalo di pelajaran Ekonomi dulu, di antara produsen dan konsumen itu ada distributor.
Lihat deh jaman sekarang, ibu-ibu kreatif (apalagi ibu-ibu d’BCN, bisa membangun jaringan lewat BB-nya aja, hihihii), yang mereka dengan gadgetnya aja, modal BB dan FB, bisa jualan baju, jualan makanan, jualan popok, jualan mainan anak! itu SALES! itu REJEKI!
Namanya business owner bukan sih? Saya yakin ibu-ibu ini jualan ya jualan aja, nggak pusing dengan istilah business owner atau bukan, hehehe… Sebaik-baik bisnis adalah yang dimulai, bukan dianalisa melulu, sampe gak jalan-jalan….
Kalo di bisnisnya mbak bagaimana?
Saya business owner dari JARINGAN yang saya kembangkan. 
Dari jaringan yang saya BINA, sampai mereka mandiri dan mengerti jalannya bisnis ini bagaimana.
Demikian juga dengan leader-leader saya. Mereka adalah owner dari jaringan yang mereka bentuk, yang mereka tabur, pupuk, rawat, sehingga akhirnya bisa menuai hasilnya. Dari menabur sampai menuai, itu ada kerjanya.
Ibarat saya punya 1 gerobak jual gorengan, kalau 1 gerobak omsetnya 500ribu, maka supaya punya omset 500juta, saya harus punya seribu gerobak. Di bisnis jaringan,  itu mungkin, penghasilannya adalah percepatan.
Pemilik perusahaan Oriflame kaya? Lha ya HARUSSS itu!! wkwkwkw… Biar fasilitasnya makin lengkap dan memudahkan para konsultannya.
Ya kalo bertambah kaya Alhamdulillah, terimakasih Oriflame, terimakasih d’BCN, sudah membuat peluang seperti ini, buat ibu-ibu dengan mobilitas terbatas kayak saya, orang rumahan kayak saya, bisa punya penghasilan seperti eksekutif-eksekutif yang di kantor-kantor itu, dari rumah saja. Suksesnya rame-rame. Bisa membantu orang lain berpenghasilan juga, tanpa saya pusing:
- Memikirkan inovasi produk
- Memikirkan sistem bagi hasil
- Memikirkan packaging
- Memikirkan delivery
- Memikirkan bikin flyer yang bagus
- Memikirkan transfer penghasilan ke leader2 saya
- Memikirkan membuat training untuk rekan-rekan kerja saya., dll
Karena semua sudah ADA TERSEDIA, tinggal kita manfaatkan dan maksimalkan penggunaaanya. Hemat waktu, hemat energi, bisa alokasi waktu yang lain untuk keluarga :)
Dibilang bukan business owner atau bukan, yah itu sih cuma istilah aja, punya penghasilan segini per bulan, udah lumayan, udah banyak bikin perubahan di hidup saya ke arah yang lebih baik. Bukan hanya title business owner atau bukan yang jadi concern ketika kita berbisnis, bukan hanya uangnya, tapi juga ilmunya, networkingnya, nambah kenalan, nambah persaudaraan, bisa aktualisasi diri, bisa melakukan hal-hal yang dulu tidak bisa menjadi bisa.
Dibilang sales atau bukan, dengan karir saya di Oriflame ini, bisa bawa suami pergi keluar negeri, alhamdulillah banget, tahun depan insyaAllah giliran anak dan ibu saya yang akan saya ajak :) . Saya suka kok travelling keliling Indonesia. Tapi kalau dapet gratis travelling keluar negeri dengan tinggal siapin paspor aja, yah mau banget. Itu ada di bisnis saya ini.
Coba berfikir lebih panjang kalaulah disini dibilang bukan business owner…
Cari pendapatan sebanyak-banyaknya dari bisnis ini. Disini mau penghasilan berapapun ngga dilarang kok :) Lalu OLAH penghasilan tsb menjadi BISNIS LAIN, mau jadi juragan kontrakan kaah (aiihh cita-cita saya banget, aamiin), mau beli kebon berhektar-hektar ditanemin duren kaah, mau bisnis jual beli kasur kah, MONGGO, the choice is yours.
Banyak leader-leader yang sudah sukses, punya kos-kosan, punya kontrakan, punya bisnis catering, punya bisnis kue, punya kolam lele dan gurame (yang terakhir ini cita-cita Paki, wkwkwkw).
Bisa diolah jadi apa saja. Bisnis ini adalah income generatornya… :) Dan Income generator ini BISA DIWARISKAN ke ANAK CUCU kita nantinya.
Intinya, dari bisnis MLM bisakah jadi BUSINESS OWNER? 
Bisa banget…. :)
Yulia Riani, Qual. Senior Diamond Director

*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
JIKA ANDA BERGABUNG BERSAMA KAMI DI d’BC NETWORK
ANDA AKAN MENDAPATKAN LEBIH BANYAK CERITA SERU & MENARIK
DARI SETIAP LIPUTAN, SHARING, DAN MOTIVASI
DARI PARA LEADERS d’BC NETWORK ;-)
Klik “Daftar Disini” untuk bergabung!
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*

Kerja dari Rumah?


Ada banyak sekali tawaran bisnis yang bisa dijalankan online dengan iming-iming jutaan rupiah / bulan.Tapi apakah anda tau, bisnis mana yang sudah benar-benar terbukti berhasil?


--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Catatan: Sebelum kamu melanjutkan bacaan dibawah, tanggalkan pemikiran lama tentang bisnis MLM!
Pelajarilah sistem sebuah bisnis, apapun itu. Sebelum kita menyatakan bisnis ini "salah", atau money game :) 

--------------------------------------------------------------------------------------------------------

Semakin Banyak Orang Berbisnis dan Bekerja Dari Rumah!!

Penghasilan tambahan

Penghasilan utama

Fleksibel mengatur waktu bekerja

Tabungan masa depan


Waktu habis untuk ngantor? Meeting? Capek di jalan? Tidak punya modal?
Bersama kami, kamu bisa mulai membangun bisnis dengan segala keterbatasan diatas!


Bisnis dengan modal awal pendaftaran Rp.49.900,- Untuk menghasilkan jutaan rupiah per bulan??
Belum banyak bisnis yang dikhususkan untuk kamu yang ingin dapat produktif MENGHASILKAN UANG untuk membantu keuangan keluarga sambil tetap menjalankan peran sebagai ayah, suami, istri, ibu, anak, atau bahkan mahasiswa yang menginginkan penghasilan sendiri. Betul kan?

Friday, 16 August 2013

"Baru 5 juta" uda pamer?


Tadi siang sewaktu lagi online di FB (kegiatan rutin setiap hari. hehe), baca status update seorang rekan di dBCN Oriflame, berikut cuplikannya:

Status Update
By Winda R.
Ada juga yg lempar opini begini ke saya:
"Yaelah, baru income 5 juta aja gembar gembor
Dibangga2in di FB
pesbuk jadi ajang riya
Emang 5 juta dapet apaan sih?!"

Jawab yaaa :)
1. "Baru 5 juta"nya saya itu progress yg luar biasa buat saya lho :)
Klo dibandingin waktu saya kerja jadi typist 10 tahun di perusahaan bonafid, gaji saya mentok 1.5 juta
Klo dibandingin 2 tahun yg lalu, saya harus nunggu suami dapet bonus setahun sekali klo pengin beli baju baru
Klo dibandingin setahun yg lalu, saya masih ber-income 5 ratus ribuan
"Baru 5 juta"nya saya ini adalah kemajuan dan peningkatan taraf hidup yg signifikan lhooo :)

2. FB jadi ajang riya, klo saya niatnya pamer
Insya Allah saya tiap hari pasang status di FB ngga mau pamer income
Tapi mau bantu teman2 yg senasib ama saya
Yg masih pengin cari nafkah, tapi terbatas ruang dan waktu
Insya Allah klo 2 tahun lalu saya pasang status galau di FB
Allah swt kasi saya jalan supaya FB jadi jalan manfaat
Supaya ngegalaunya ke Allah swt aja :)

3. 5 juta alhamdulillah, klo disyukuri bisa dapet macem2 kok :)
Cukup atau tidaknya rezeki itu kan dari cara kita bersyukur
Walau income saya 20 juta, klo saya ga bersyukur ya rasanya pasti kurang terus
Apapun yg Allah swt ridho atas yg saya terima, saya bersyukur
Dan yg paling saya syukuri sebenernya adalah:
Saya ketemu jalan rizki yg halal dan syar'i
Saya ketemu upline2 yg menginspirasi dan luar biasa baik
Saya ketemu teman2 seluruh Indonesia yg jadi penyemangat
Saya bertambah ilmu
Dan saya punya lebih banyak waktu untuk keluarga


-----------------------------------------------------------------------

Makjleb yaa jawabannya mba Winda diatas, salut dengan cara pandang dan cara jawabnya.

Di tiap bisnis memang pastiii ada pro kontra, ada yang suka, ada yang mecerca.
Yang pegangannya ngga kuat, tentu mudah goyah saat mengalami terpaan dan hambatan.
Tinggal motivasi dari diri sendiri lah yang menentukan, pegang fokus goalnya, apa yang mau dituju disini.

Buat apa? 
Supaya fokus, ngga toleh-toleh / melenceng saat melaju ke garis finish.

Disini bukan hanya materi yang didapat, tapi juga dapat ilmu dan pengalaman yang tak ternilai.
Ketemu teman-teman seperjuangan yang saling support, bak keluarga kedua.
Mendapat beragam pengalaman yang makin memperkaya mental dan hati, makin mematangnya pribadi.





Thursday, 7 February 2013

MLM? Money Game tuhh, ntar ditipu lhoo!



Hati hati banyak bisnis money game serigala berbulu domba, namanya aja ngaku MLM, tapi perdagangan uang atau money game adalah sebuah bisnis yang tidak ada produknya, kalupun ada produknya, hanya sekedar tempelan saja biasanya member diharuskan menyetor sekian rupiah dan dijanjikan dalam kurun waktu singkat akan menghasilkan uang yang berlipat2, seperti yang sering terjadi bisnis seperti ini tidak langgeng, biasanya endingnya dihiasi adegan kerusuhan, sering dengar kan di berita banyak mantan member bisnis ini berbondong-bondong mendobrak sebuah kantor dan marah-marah karena hilang uangnya..ketipu!.

Bisnis yang hanya mengutamakan uangnya saja tanpa ada produk atau jasa yang memadai, apalagi sistem dukungan marketing yang profesional, hukumnya wajib...dihindari!

MLM adalah sistem pemasaran dan penjualan suatu produk dengan menggunakan sistem jaringan atau networking. serunya bisnis MLM tidak membutuhkan modal yang besar dan kemampuan yang tinggi..jadi gak perlu harus lulus sekolah bisnis ;). Setiap orang dari latar belakang usia, pekerjaan, pendidikan, jenis kelamin, bahkan oleh mereka yang tidak pernah berbisnis sama sekali bisa menjalankan bisnis ini.

Karena suatu manajemen MLM biasanya akan memberikan dukungan penuh dan tambahan pengetahuan bagi anggotanya, berupa seminar,training dan kadang kopdar untuk menjelaskan how to success dalam menjalankan bisnis ini.
  
Memilih MLM jangan hanya tergiur dengan keuntungan saja ya, pakai riset2 dulu laah. MLM yang baik ada kriterianya dan yang paling banyak memenuhi kriteria dibawah, berarti bisa menjadi next best thing in your life ;) dan silakan bergabung.

1. Perusahaan MLM Harus Terdaftar di APLI ( Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia)
APLI merupakan sebuah lembaga yang menjamin kebenaran Perusahaan MLM. cek disini http://www.apli.or.id/ Jika tidak ada dalam daftar, gak usah gabung.

2.Perusahaan MLM minimal sudah berdiri 3 tahun.
kalau masih muda, sebaiknya gak dulu deh..takut fondasinya belum kuat cari saja yang sudah puluhan tahun berdirinya, artinya dia sudah diterpa berbagai ujian dan krisis. Oriflame udah 26 tahun di Indonesia dan 66 tahun di dunia.

3.Perusahaan MLM diakui secara Internasional.
baik kualitas produknya, kesehatan finansialnya sampai kesuksesan member2nya diseluruh dunia. Oriflame ada di 60 negara di seluruh dunia.

4.Perusahaan MLM yang mempunyai Kantor cabang di Indonesia
artinya kalau ada apa-apa kita bisa mudah mendatanginya, mudah juga di telepon customer carenya, mudah dihubungi via email, dan cepat merespon segala pertanyaan, kritik dan keluhan konsumen dan membernya. Kantor Cabang Oriflame ada di tiap ibukota propinsi!

5.Perusahaan MLM yang menjual produk yang dibutuhkan sehari-hari
kalau menjual produk yang kurang diminati dan tidak dipakai harian, nanti gak laku dong? gak akan langgeng deh bisnis kita, cari juga yang produknya variatif dan harganya terjangkau, misalkan menyediakan produk wanita, pria dan anak-anak sekaligus sehingga bisa menjangkau lebih banyak konsumen. Oriflame menjual produk perawatan sehari2, dimana orang pasti dehhh mandi dan sampoaaan :)

6. Perusahan MLM harus mempunyai pabrik sendiri.
kalau tidak punya Pabrik dan hanya menyalurkan produk, dikhawatirkan akan harga yang di tawarkan akan tidak stabil karena produsen ada di tangan orang lain. Selain pabrik sendiri, Oriflame juga punya lho tim riset dan laboratorium sendiri. Produk yg dikeluarkan sudah melalui riset sebelum dikeluarkan.

7. Perusahaan MLM mempunyai sistem yang sesuai dengan syariat.
Oriflame sistemnya sangat adil yg memungkinkan siapapun bisa sukses tidak tergantung seberapa lama bergabung.

8.Perusahan MLM mempunyai Support system marketing canggih.
Perusahaan menyediakan website untuk memudahkan mengakses produk, laporan penjualan,trasnparansi bonus, recruit member dsb, sampai kemudahan melakukan pembayaran dan pengiriman. makin canggih akan membuat kita membernya hanya membutuhkan sedikit waktu untuk melakukan bisnisnya, karena semua kegiatan cukup online, sehingga membernya bisa melakukan bisnis ini sekaligus beraktifitas dengan hal lain.

9. Perusahaan MLM yang sistem kerjanya mudah diikuti
Tidak ada keberhasilan tanpa kerja keras, bisnis MLM yang baik harusnya memiliki cara kerja yang mudah diikuti semua membernya, target2 yang dipasang masuk akal dan mudah dicapai, tidak menghabiskan banyak waktu dan bisa dikerjakan kapan saja.

10. Perusahaan MLM memiliki upline/sponsor yang memberi dukungan penuh.
Ciri khas dari bisnis MLM adalah kerja team, upline/sponsor harus melatih, memotivasi dan mendukung penuh terhadap seluruh aktifitas bisnis, bisa bertanya dan bisa saling membantu jika ada permasalahan. mengenal seluruh jaringan dan bersama-sama meraih tangga kesuksesan.

11. Perusahaan MLM memiliki sistem pemberian bonus yang jelas dan adil.
Pemberian bonus dapat menaikan semangat untuk menjalani bisnis ini, baik bonus cash, hadiah produk, dinner di hotel, kendaraan atau jalan-jalan ke luar negeri. Pembagian yang adil antara upline dan downline sesuai dengan kinerja masing-masing akan membuat kita senang menjalani dan jauh dari iri dengki, pembagian bonus harus transparan bisa di cek dari website.

12. Perusahaan MLM membuat potensi diri berkembang.
ketika menjalani bisnis ini, apakah bakat-bakat kita jadi terasah, misalnya jadi suka menulis, suka dandan dan rapih, suka dengan buku marketing, mengeluarkan bakat memimpin, bekarja dengan team, public speaking, jago internetan dan potensi2 lainnya, MLM yang baik tidak akan mengubur potensi kita malah mengasahnya jadi makin cemerlang

13. Perusahaan MLM yang mampu membuat sukses banyak orang
kalau yang sukses hanya 1-2 orang dan tidak ada kejelasan sistem "karir" yang dicapai di bisnis MLM..tidak usah dipikir 2 kali, berarti anda akan susah sukses didalamnya. sebaliknya jika kita melihat banyak yang sukses terutama dari teman-teman kita sendiri, maka tidak ada salahnya bergabung.

14. Terakhir... member2nya bahagia dan ikhlas menjalani bisnis ini.
Bisnis MLM seharusnya menciptakan kegembiraan bagi membernya, tidak terpaksa dan tidak menjadi susah hidupnya. Saat bekerjasama dengan upline dan downline ada ukhuwah yang terjalin, transfer ilmu-ilmu marketing dan saling menyemangati. Antar member tidak hanya terjalin kerjasama bisnis tetapi terjalin persahabatan, kedekatan antar member mungkin akan membuka banyak kesempatan bisnis lainnya, senang kan bisa sama-sama sukses dengan sahabat.

Jika kita sudah memilih bisnis MLM dan ingin sukses, kita harus konsisten karena bisnis MLM dibangun dengan jaringan, dan jaringan itu akan terbangun jika terus-menerus dibentuk dan di perbanyak, di negara kita yang budaya persahabatannya tinggi ini, merupakan peluang untuk mengembangkan bisnis MLM, sukses juga artinya berguna bagi banyak orang, dengan mengenalkan bisnis MLM ke saudara dan sahabat2, kita menciptakan kesempatan kerja yang luas dan membantu negara tercinta ini mengurangi pengangguran.... :)


Naaah setelah diklarifikasi mengenai apa itu MLM sebenarnya, jangan salah kaprah lagi yaaa. Yuk segera jemput rezekinya, jangan tunggu nanti-nanti biar rezekinya juga ga nanti-nanti :)

Friday, 11 January 2013

Ngapain Sih Ikut-ikutan MLM ???


MLM Oriflame, yang identiknya dengan kosmetik, yang kadang bikin bapak2 yg mau join akan bergidik, wkwkwk, karna membayangkan harus bedakan dan lipstikan untuk menawarkan produknya :D Maap ya pak, info yang ada dapatkan mungkin kurang lengkap :)

Saya dulu juga menganggap begitu, melihat teman-teman kantor saya jualan Oriflame, mikirnya "oh, ikutan MLM tuh gini doang ya, disuruh2 belanja gitu aja, ogah ah (sombongdotcom)".

Pikiran mulai penasaran ketika banyak banget yang dapet PENGHASILAN dari Oriflame.
Penghasilannya 8 digit, banyak teman saya yg sudah merasakan, saya sih kelamaan bengong.
How come beli2 sabun bisa kayak gituhh??

Banyak yang udah join, tapi gak juga merubah hidup, biasa2 aja. Tapi saya selidiki (jieeehhh), ada juga lho orang2 yang memang melesat, saya lihat backgroundnya trus, oh iyaa si itu memang pejuang deh. Ada orang yang lama, tapi sukses juga. Ada yang timbul tenggelem. Jadi mungkin pembedanya adalah "SEBERAPA YAKIN KAMU BAHWA INI BISA JADI KESEMPATANMU?"

Nah ini, kenapa saya mau join:

- Sistem penghitungan bonusnya jelas, saya tahu, dan semua konsultan TAHU RUMUSNYA. Buat saya ini transparan, jelas-sejelas2nya, bisa dihitung matematisnya.
- Oriflame tidak memperhitungkan KAPAN kita JOIN, kapanpun kita join, apapun yang bisa kita capai, akan mendapatkan reward yang sebanding dengan pencapaian kita. Excited banget saya dengan sistem seperti ini. Mau 1 tahun naik level 6x pun bisa kalo kita mampu. Mau loncat 3 level sekaligus pun bisa! Kalo bisa, why don't you try? hehehehe... Kasih tantangan ke diri sendiri.
- Sistem MLM Oriflame adalah salah satu yang TERBAIK di dunia. Mau kita posisi dimanapun, sejauh apapun dengan mbak Nadia Meutia, tapi secara level, posisi tidak menentukan prestasi. Dari hirarki bawahpun kalo memang mampu, bisa menyalip level upline-uplinenya. Itu boleh dan bisa di Oriflame. Adil? banget!

Biasanya ada yang nanya:

- Ada TUPOnya mbak? Ada kewajiban belanja mbak?
Jawab: Ada, kalau kita ngarep gajiannya. Sama ya kalo kita harus ke kantor, kita harus berangkat jam sekian, sampai jam sekian, pulang jam sekian, ada kerjaan yang kita mesti kerjain juga di kantor. Seperti itulah saya melogika. Cuma, kalo disini, nggak pake berangkat ke kantor tiap hari :) Tapi setor KTP, gak ngapa2in dan lalu ngarep gaji 30 juta sebulan, mau anaknya presiden atau mantunya pak Amien Rais pun spt emak upline saya, nggak bisa kalo nggak mau kerjanya.

- Kerjaannya apa mbak?
Jawab: kerjaanya, belanja tiap bulan minimal 100bp, setara 550-600ribu, dari situ kita dapet keuntungan 23%.
Kan saya nggak bisa jualan mbaaak.... Ya alihkan kebutuhan rumah tangga.
Kan kebutuhan rumah tangga saya nggak nyampe 500ribu mbak.... Ya makanya dimix jualan, pake sendiri dan mungkin untuk kasih gift teman2 kita.
Kan saya nggak mau jualan dan nggak mau pake sendiri mbak. Yah EOD deh ya, sama aja kayak kita kerja di kantor lalu dikasih tugas apa2 sama bos geleng-geleng kepala :)

- Kalo misalnya saya mau, 500-600 ribu itu kan modal yang gede mbak?
Kalo kata Ippho, modal kita sebenarnya tenaga dan pikiran dan niat. Uangnnya nggak ada? bisa dicari. Dimana-mana kalo namanya usaha, juga butuh kita bisa mengelola keuangan hasil usaha dengan baik. Berapa modal untuk mami uplineku, Yulia Maki untuk buka dan running Maki Cakes? banyak. Membangun reputasinya juga lama. Dengan malam-malam begadang dan mungkin hari2 tumbang karna sakit. Kalo menurut saya sih, ini lebih mudah, produknya ada, tools marketingnya ada, tinggal jalan ajaa...

- Berarti kalo nggak punya modal gede, mana bisa mbak jalanin MLM?
Boleh japri ke saya ya, mungkin anda akan terkaget-kaget melihat mereka yang mungkin secara ekonomi pas-pasan tapi mampu melihat kesempatan, saya ceritain. Banyak juga yang mungkin tupo nya bisa merem aja langsung sekali klik ga usah jualan, tapi nggak jalan juga Oriflamenya. Modal berpengaruh, tapi nggak semua tentang modal. Ini juga tentang bagaimana memiliki 1001 cara untuk tupo, hehehe, bagaimana menjalin hubungan dan kedekatan dengan semua team di jaringan kita.

- Kalo saya nggak mencapai target gimana?
Disini nggak ada boss. Nggak ada yang nyuruh. Boss nya siapa? bossnya kita sendiri, ya anak-anak kita, ya suami atau orangtua yang ingin kita banggakan dan bahagiakan. Upline saya nggak nyuruh saya harus jadi Director di 5.5 bulan. Eh tapi ternyata jadi Dir itu enak lho ya gajiannya, ya ilmunya, dll :) Jadi semua akan kembali efeknya ke kita masing-masing.
Kemaren nemu quote begini "Kita nggak bisa memaksa orang naik ke atas tangga, kecuali orang itu tahu untuk apa dia harus naik ke atas. "
Iya, motivasi ini kuncinya. Kalo naik levelnya, buat siapa? kalo banyak bonusnya, buat siapa? layak atau tidak dikejar dan dikerjakan? semua berpulang ke masing-masing orang :)

- Oke mbak saya mau, tapi kan saya LAKI LAKI.
Ntar yaa kalo main ke kantor Oriflame di Sudirman, bule-bulenya ya cowok2 bo, cowok2 yang terawat, wkwkwk.... "kan saya nggak kosmetikan mbak?" ya ga ada juga yang nyuruh make up an kok, wkwkkww... Ada mas Kris Hartanto yang sedang kualifikasi Diamond Director yang canggih banget internet marketingnya, ada pak Khidir Abu Fazila yang juga pengusaha, juga salah satu directornya d'BCN, ada juga Raditya yang 17 tahun sudah jadi Director dan sekarang sedang qual Gold Director. 

Kalo laki-laki, biasanya logikanya lebih jalan, iya kan? Mereka sudah melihat kesempatan itu, tanpa memandang gender. Kenapa tidak? Coba bapak2 yang tertarik, boleh minta ke saya katalog, saya tunjukin deh betapa produk Oriflame itu beragam :)

- Oke deh mbak, mau banget sih, tapi saya takut teman-teman saya jadi alergi karena saya ikut2an MLM.
I cant help on this. Saya tidak bisa memaksa seseorang untuk jadi senang atau tidak senang. Untuk menyukai atau tidak menyukai. Tapi selama ini semua yang saya lakukan, saya minta doa restu suami dan orang tua (terutama ibu). Saya meniatkan semuanya untuk mereka. Ijin ada, saya akan jalankan sebaik-baiknya dan meminta supaya jalannya lancar. Kepada orang-orang tercinta saya meminta nasehat karena mereka tahu yang terbaik. Dan disinipun, mendapatkan teman-teman baru yang saling menyemangati untuk meraih impian masing-masing, rasanya juga LUAR BIASA. Belajar mengambil keputusan, dan bertanggung jawab atas semua konsekwensinya. Look great, make money and have fun, itu saya rasakan setelah bergabung di Oriflame, bekerja bersama-sama dengan team yang hebat dan manajemen yang selalu mensupport.

Team saya terdiri dari berbagai macam background.
Macem-macem yang harus dihadapi setiap hari.
Kadang-kadang jadi pendengar, kadang penasehat, kadang kakak, kadang adek, kadang psikolog, jadi pemimpin, dll. 
Kalo bilang, "saya nggak bisa ngomong?"
"Saya nggak bisa jualan"
"Saya nggak bisa ngajakin orang"
"Saya gaptek"
Itu OK, asal anda masih bisa bilang "tapi saya MAU BELAJAR supaya BISA"
karena itulah yang saya lakukan :)



Note: terima kasih mami Yulia Maki untuk izin copas postnya... :)